Selasa, 18 November 2014

Terima Kasih untuk Pengabaianmu

Seperti biasa hari ini aku harus menahan diri untuk tidak tahu tentang keadaanmu, bagaimana perasaanmu pagi ini, sehatkah kamu, apa saja yang kamu lakukan sepanjang harimu. Aku hanya ingin jawaban sederhana itu dan kamu tidak menyediakan waktumu sebentar saja untuk menjawab semua pertanyaan itu. Padahal kamu masih sempat untuk mengaktifkan seluruh media sosialmu. Mungkin memang aku juga salah, sudah aku delete kontak bbm kamu tapi tahukah kamu aku hanya ingin sedikit saja perhatianmu dan aku cemburu pada sebuah singkatan nama yang kamu tuliskan pada status bbm mu. Ya, aku sangat mencintaimu melebihi perasaanmu sendiri kepadaku. Tapi aku sadar aku hanya seorang gadis tolol yang mengharapkanmu yang jelas-jelas aku tidak akan pernah mendapatkanmu. Semuanya terasa begitu jauh, semuanya terasa begitu sulit untuk aku raih. 

Sejak pertama kali mengenalmu, aku tidak peduli bagaimana orang menilaimu, bagaimana caramu untuk mencintaiku, dan bagaimana tentang masa lalumu yang mungkin untuk sebagian orang tidak bisa ditolerir karena kebandelanmu. Yang aku tahu, aku mencintaimu.  Salahkah aku untuk tetap melanjutkan perasaan ini, Salahkah aku tentang semua perasaanku yang semakin ngawur dan penilaian yang semakin absurd tentangmu, Aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri, menyesali seluruh perasaan yang terlanjur semakin dalam kepadamu, tidak berpikir panjang ketika harus menjalani hubungan ini dengan pria yag penuh kerumitan sepertimu. 

Aku tidak tahu. Aku kalut dengan semua perasaan rindu yang mendalam ini kepadamu. Aku takut jika sebenarnya aku tidak sebermakna itu dihatimu. Aku takut jika memang aku hanya dianggap halte tempatmu singgah sebentar sebelum memutuskan pergi. Hmm, sudahlah semoga kamu bahagia dengan harimu dan dia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar