Minggu, 08 Februari 2015

Bodoh..

Bodoh..
Hmmm, yaa.. Sebuah kata yang memang pantas disematkan buatku..
Bodoh karena terlalu naif, bodoh karena terlalu cinta..
Aku mencintaimu ilham nurdiansyah.. Apapun kondisinya, dan bersama siapapun aku dan kamu saat ini..
Mungkin sedikit demi sedikit kamu merasakan suatu perubahan dalam diriku..
Awalnya memang aku ingin pergi darimu,menjauh sejauh-jauhnya.. Tapi nyatanya aku tdk sanggup.. Selalu semua perasaan berujung padamu..
Jauh sekali jika aku ingin merengkuhmu jd milikku.. Aku bkn org terdekatmu (lagi), dan bahkan aku tdk mengenal semua ttg mu dan keluargamu.. Pdhl ingin sekali aku menjadi bagian darimu dan keluargamu.. Begitupun sebaliknya,aku jg ingin mengandengmu didepan kedua orangtua ku dan mengenalkanmu sbg calon imamku..
Bisa kamu rasakan semua itu? Brp lama lagi aku harus bersabar?
Maafkan aku, aku hanya ingin bahagia.. Bukan perkara aku tdk bs menunggumu, tapi dr awal sdh selalu kamu permainkan perasaan ini.. Aku lelah harus berjuang sendiri..
Mungkin cara untuk menghindar adalah dgn membuatmu membenciku..






Semoga bahagia..
Dari yg selalu mencintaimu..

Selasa, 18 November 2014

Terima Kasih untuk Pengabaianmu

Seperti biasa hari ini aku harus menahan diri untuk tidak tahu tentang keadaanmu, bagaimana perasaanmu pagi ini, sehatkah kamu, apa saja yang kamu lakukan sepanjang harimu. Aku hanya ingin jawaban sederhana itu dan kamu tidak menyediakan waktumu sebentar saja untuk menjawab semua pertanyaan itu. Padahal kamu masih sempat untuk mengaktifkan seluruh media sosialmu. Mungkin memang aku juga salah, sudah aku delete kontak bbm kamu tapi tahukah kamu aku hanya ingin sedikit saja perhatianmu dan aku cemburu pada sebuah singkatan nama yang kamu tuliskan pada status bbm mu. Ya, aku sangat mencintaimu melebihi perasaanmu sendiri kepadaku. Tapi aku sadar aku hanya seorang gadis tolol yang mengharapkanmu yang jelas-jelas aku tidak akan pernah mendapatkanmu. Semuanya terasa begitu jauh, semuanya terasa begitu sulit untuk aku raih. 

Sejak pertama kali mengenalmu, aku tidak peduli bagaimana orang menilaimu, bagaimana caramu untuk mencintaiku, dan bagaimana tentang masa lalumu yang mungkin untuk sebagian orang tidak bisa ditolerir karena kebandelanmu. Yang aku tahu, aku mencintaimu.  Salahkah aku untuk tetap melanjutkan perasaan ini, Salahkah aku tentang semua perasaanku yang semakin ngawur dan penilaian yang semakin absurd tentangmu, Aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri, menyesali seluruh perasaan yang terlanjur semakin dalam kepadamu, tidak berpikir panjang ketika harus menjalani hubungan ini dengan pria yag penuh kerumitan sepertimu. 

Aku tidak tahu. Aku kalut dengan semua perasaan rindu yang mendalam ini kepadamu. Aku takut jika sebenarnya aku tidak sebermakna itu dihatimu. Aku takut jika memang aku hanya dianggap halte tempatmu singgah sebentar sebelum memutuskan pergi. Hmm, sudahlah semoga kamu bahagia dengan harimu dan dia..

Rabu, 15 Oktober 2014

15 oktober 2014

Sudah 2 tahun lebih aku mengenalmu. Sudah banyak juga berbagai cerita dalam hidup kita. Dari dulu tidak pernah terbesit sedikitpun dalam benak untuk mencintaimu. Jangankan mencintaimu, dulu aku sama sekali tidak mengenalmu. Siapa kamu, apa statusmu, dimana rumah dan lain sebagainya sama sekali aku tidak tahu. Bahkan aku ini siapa, hanya seorang gadis lugu yang minim sekali sepak terjangnya dalam hal cinta dibandingkan denganmu. Tapi tidak tahu kenapa saat itu kamu memilihku dari semua wanita yang ada.

Kau datang disaat yang tepat, ketika hati ini rapuh. Ketika hati ini kosong. Ketika hati ini begitu merindukan sebuah perhatian yang tulus dari orang yang mencintainya. Aku bersyukur bisa mengenalmu, bahkan sampai mencintaimu.
Semua asa dan harapan aku bangun dari awal kembali untukmu. Tapi mengapa ditengah jalan ketika hati ini begitu dalam mencintaimu,baru aku mengetahui semua keadaanmu.

Lelah harus selalu kamu abaikan. Lelah harus selalu berusaha menyelami pikiranmu. Lelah harus selalu mengemis perhatianmu. Lelah menunggumu kapan berpulang selamanya ke hatiku. Tapi tetap cinta ini berujung padamu.
Boleh aku meminjam bahumu sebentar saja untukku menangis? Boleh aku pinjam ragamu sebentar untuk aku peluk? Boleh aku pinjam waktumu sebentar untukku bercerita?

Aku lelah sayang..

Aku lelah mencintaimu dengan segala ketidakpastianmu..


Senin, 29 September 2014

Tak Pernah Ternilai

Kau menyiksaku disini..
Dalam rasa bersalah yang kini membunuhku secara perlahan..
Kau selalu menghindar dari,aku yang selalu mencoba ungkapkan semua lewat tatap mata ini..
Ternyata maafmu tak pernah pantas untukku..
Kau anggap aku tak ada,dan kau tak pernah mengenal diriku..

Kau menghukum hati ini..
Hati yang dulu kau yakini tak akan pernah kecewakanmu..
Kau, memutuskan tuk pergi..
Belum ku sempat memohon dan mengemis agar kau tetap disini..
Ternyata sedalam itu kau benci diriku,
Kau anggap ku tak terlihat,meski ku tepat di depan matamu..

Setidaknya diriku pernah berjuang..
Meski tak pernah ternilai dimatamu..
Setidaknya ku pernah menanti,terkapar melawan sepi hatiku yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu..

Sepenggal lirik yang seakan tahu perasaanku akhir-akhir ini. Tersadar bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini tidak ada harganya sama sekali untuknya. Tidak pernah membuatnya yakin bahwa aku sangat mencintainya.
Aku memang tidak sepenuhnya benar,terkadang aku juga egois,childish, manja. Tapi itu semua karena aku peduli dengannya. Apapun yg dia lakukan aku ingin tahu. Dan aku hanya ingin menjadi 'penjaga' terbaik untuknya.

Tapi keadaan tidak pernah berpihak padaku. Aku tidak bisa berbuat lebih untuknya. Semua pemikiran negatifnya selalu tertuju untukku. Bagaimana bisa seseorang yang mencintai pujaan hatinya akan tega mematahkan hatinya? Tidak sayang. Tidak pernah terbesit dalam benak untuk menyakitimu.

My dearest God, jika memang bukan tugasku lagi untuk menjaganya, jagalah dia untukku. Berilah kasih sayangmu untuknya melebihi kasih sayangku untuknya. Berilah kerido'anMu untuk setiap langkah baik yang dia lakukan untuk hidupnya. Karena sesungguhnya hanya Engkau lah yang lebih mampu menjaga dan melindungi setiap hambaMu.. Aamiin..

Kamis, 21 Agustus 2014

Cinta yang salah

Pikiranku melayang jauh mengingat cerita cinta seorang rekan kerja. Seperti melihat diriku sendiri yang dulu dari sosok rekan kerjaku. Menunggu, berharap, dan melakukan semua hal yang sangat sia-sia dalam hidupnya. Ya, memang dia menjalin sebuah cerita cinta yang tidak wajar. Sama seperti aku dulu. Mencintai seorang pria beristri. Anehnya tidak pernah aku melihat sebuah kesedihan ataupun penyesalan darinya, padahal mungkin dia tahu apa yang dia lakukan adalah hal yang salah dan sia-sia. Berbeda denganku yang selalu merasa dikecewakan, yang tidak pernah mau dinomor duakan, merasa dibohongi, dan merasa hubunganku dengan pria itu adalah hubungan yang sia-sia. Dia memilih tinggal, sedangkan aku memilih untuk pergi.

Jatuh cinta memang sebuah perasaan yang abstrak, tidak bisa dideskripsikan dengan berbagai kosakata dari milyaran bahasa, dan tidak bisa dibatasi dengan umur ataupun status. Tapi bukankah kita masih mempunyai sebuah logika untuk berfikir. Memang aku tidak berhak untuk menghakimi hidup seseorang, antara salah ataupun benar mereka masing - masing pasti sudah bisa mengerti. Tapi aku hanya merasa kasihan dengan cerita cintanya. Sungguh, menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan percintaan bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Dia seorang gadis yang cantik, pintar, masih mempunyai masa depan yang masih cerah. Tapi mengapa dia tenggelamkan dirinya sendiri bersama seorang pria yang rumit. Apa ini yang dinamakan jodoh? Bertemu dengan cinta sejatinya setelah pria nya menjadi milik wanita lain? Tapi mengapa jika memang berjodoh harus menyakiti hati seorang wanita terlebih dahulu? Bukankah Tuhan Maha Adil dan sangat menyayangi setiap hamba-Nya? Lalu kenapa Dia membiarkan sesama hamba-Nya saling menyakiti? Padahal dia masih mempunyai pilihan hidup untuk meninggalkan pria nya untuk tidak saling menyakiti hati sesama wanita.

Seperti berkaca pada diri sendiri, sudah bisakah aku melakukan semua apa yang ada dalam logikaku untuk meninggalkan pria itu. Belum sepertinya, aku belum sampai pada titik dimana aku sudah benar - benar ikhlas melepasnya. Tapi ketika dihadapkan pada sebuah pilihan untuk tetap tinggal seperti yang dilakukan oleh rekan kerjaku, aku memilih untuk menolak. Karena jatuh cinta dengan suami orang, bahagia tapi sengsara. Jika memang berjodoh biarkan dia kembali atas kehendak-Nya dengan keadaan yang lebih baik dan tanpa menyakiti hati siapapun.

Minggu, 27 Juli 2014

Happy Eid 1435H

Allahuakbar..Allahuakbar.. Allahuakbar.. Lailahaillahhuallahuakbar..
Allahuakbar walillahilham..

Sebuah hari kemenangan untuk semua umat muslim diseluruh penjuru dunia. Subhanallah, aku adalah seorang dari milyaran umat yang masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini..
Sungguh nikmat yg sungguh luar biasa yang Engkau berikan kepadaku. Berkumpul bersama keluarga, berbagi dengan semua yang membutuhkan, dan insya allah awal dari hidup yang akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Setiap tahun Ramadhan ini datang dengan segala situasi dan rasa yang berbeda. Berbagai perasaan bercampur jadi satu. Ada kalanya dulu Ramadhan ini datang disaat suasana hati tidak mendukung serta kehilangan orang tersayang. Ada kalanya juga Ramadhan ini datang disaat aku bertemu orang baru yg bisa aku cinta. Dan kali ini, Ramadhan ini datang disaat semuanya pergi..

Terkadang aku tidak tahu apa yang menjadi kehendakMu Tuhan. Terkadang aku sangat merasa lelah dan ingin menyerah dgn keadaan yg melelahkan ini. Can You paint my pain, God?
Tapi satu hal yang aku tahu, seberat apapun itu selalu genggamlah tangan ini Tuhan agar tidak salah didalam melangkah. Kuatkan raga dan hati ini seberat apapun keadaan mencoba untuk mematahkannya.. ^^

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H.. Minal Aidzin Walfaidzin ,mohon maaf lahir batin :)

Rabu, 09 Juli 2014

Ada yang hilang..

Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Apapun yang ada didunia ini tidak ada yang abadi. Apalagi hanya seorang hamba Allah yang tidak ada apa-apanya dari semua kebesaran-Nya.
Mungkin aku terlalu banyak menghayal, terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak bergantung kepadamu, yang hanya seorang hamba Allah yang sangat aku cintai.

Aku terlalu terbuai dengan keindahan duniawi yang hanya sementara. Hingga berjalan terlalu jauh dari-Mu. Hingga semua kasih sayang yang Engkau tunjukkan melalui setiap cobaan yang terjadi,aku anggap sebuah kemarahan-Mu kepadaku.

Semuanya terlalu indah untuk dilupakan ya rabb. Ada sebuah luka menganga dalam hati ini. Ada sebuah lubang yang sedikit demi sedikit melemahkan langkah ini. Andai bisa untuk mematikan semua rasa ini, pastinya akan aku lakukan. Tapi bukankah cinta adalah sebuah anugerah dari-Mu? ya, nyatanya memang aku masih butuh cinta. Walaupun terasa sangat sakit, tapi bukankah itu semua terjadi karena Engkau menyayangiku? ya, aku tahu itu ya rabb..

Buatku, cinta memang harus memiliki. Tapi tidak untuk hubungan kita. Bukan aku takut menghadapi kenyataan, tapi aku tidak ingin mengatasnamakan cinta untuk menyakiti hati sesama wanita. Sedalam apapun cinta ini untukmu. Aku menyerah,karena aku mencintaimu. Keadaan yang sangat sulit jika aku harus tetap bertahan. Dan itu sama sekali bukan keputusan yang sangat bijak. Cukup buatku, melihatmu dari jauh bahagia bersama mereka. Istri dan anak-anak yang sangat mencintaimu.

Tenanglah sayang, aku selalu belajar untuk bisa lebih kuat darimu. Berapa kalipun kamu patahkan hati ini, aku tetap disini. Selalu ada sebuah doa untukmu. Selalu ada namamu dihati ini. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untukmu. Maafkan aku, apalah dayaku untuk dapat merubah keadaan ini. Allah hanya memberi kita waktu, ikuti saja alurnya. Nikmati setiap rintangan yang terjadi.

Pergilah bersama takdirmu, dan aku bersama takdirku. Percayalah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Biarkan semua terjadi atas skenario-Nya. Semoga bahagia selalu menyertaimu..

#PS : Titip 'iam' ya, ya allah .. :)