Kamis, 26 Juni 2014

July..two years ago

Tepatnya pada tanggal 21 Juli 2012, alhamdulillah Allah SWT masih memberikan rasa cinta di hatiku untukmu.. Orang baru dalam hidupku.. Dengan kehadiranmu dapat membuatku membiasakan diri untuk tetap berjalan tanpa melihat masa lalu ku. Melupakan segala harapan dan keinginan tentang masa lalu ku. Membuatku dapat merubah diri yang sudah sedari lama terjebak dalam kenangan - kenangan masa lalu. Jatuh cinta? ya itu yang aku rasa saat ini untukmu. Dengan segala keterbatasan ku kepadamu, aku hanya berharap kau adalah cinta terakhir untukku.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan aku jalani bersamamu. Perbedaan sifat dan karakter diantara kita tidak pernah sedikitpun membuatku menyerah untuk tetap mencintaimu. Sekalipun dimensi jarak kita yang berbeda. Apa yang menyenangkan dalam jarak sejauh ini? Aku tidak bisa menatapmu dan jemari ku tidak bisa menyentuh lekukan wajahmu. Apa yang kita harapkan dari jarak ratusan kilometer yang memisahkan kita? Ketika rasa rindu ini begitu besar aku rasakan, dan aku tahu kau tidak ada di samping ku. Tetapi sejauh itu kita masih mempertahankan, entah mempertahankan apa. Dalam perbedaan serta dalam dimensi jarak yang berbeda, kita saling menguatkan. Aku hanya bisa memandang fotomu dan merapal namamu disetiap doa ku. Serta mendengar suaramu dari ujung telepon. Semua nya aku lakukan seakan baik - baik saja.

Kepercayaan ku untukmu sangatlah besar. Begitu pun harapan ku padamu. Berharap kau baik - baik saja. Berharap segala ucapan yang keluar dari mulutmu adalah sebuah kebenaran. Berharap semua janji serta harapan manis darimu dapat kau tepati. Berharap cinta itu tidak pernah terbagi dan hanya untukku. Tetapi memang benar, Tuhan itu adil. Dan sedikit demi sedikit kebenaran itu terbuka.

Setelah sekian lama aku bersamamu, ternyata aku hanyalah kekasih yang selalu engkau sembunyikan dari keluarga yang selalu menunggumu dirumah. Kepercayaan yang selama ini aku berikan kepadamu hancur berkeping-keping. Hati yang selama ini menunggumu tidak bisa utuh lagi. Penantian serta harapan indah bersamamu lenyap entah kemana. Setiap kata yang terucap darimu, tidak lagi dapat menarik seluruh simpatiku untuk mempercayaimu lagi. Terima kasih atas persembunyian yang menyenangkan, terima kasih atas semua peluk hangat yang kau berikan untukku meskipun saat itu belahan jiwamu selalu setia menunggumu pulang ke rumah, meskipun belahan jiwamu selalu mengirimi pesan singkat berkali - kali yang sama sekali tidak pernah kau gubris. Hhh, rasanya ingin lari ketika mengingat semua kenangan manis bersamamu.
Seorang pria macam apa yang aku cintai sampai sesakit ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar