Selasa, 18 November 2014

Terima Kasih untuk Pengabaianmu

Seperti biasa hari ini aku harus menahan diri untuk tidak tahu tentang keadaanmu, bagaimana perasaanmu pagi ini, sehatkah kamu, apa saja yang kamu lakukan sepanjang harimu. Aku hanya ingin jawaban sederhana itu dan kamu tidak menyediakan waktumu sebentar saja untuk menjawab semua pertanyaan itu. Padahal kamu masih sempat untuk mengaktifkan seluruh media sosialmu. Mungkin memang aku juga salah, sudah aku delete kontak bbm kamu tapi tahukah kamu aku hanya ingin sedikit saja perhatianmu dan aku cemburu pada sebuah singkatan nama yang kamu tuliskan pada status bbm mu. Ya, aku sangat mencintaimu melebihi perasaanmu sendiri kepadaku. Tapi aku sadar aku hanya seorang gadis tolol yang mengharapkanmu yang jelas-jelas aku tidak akan pernah mendapatkanmu. Semuanya terasa begitu jauh, semuanya terasa begitu sulit untuk aku raih. 

Sejak pertama kali mengenalmu, aku tidak peduli bagaimana orang menilaimu, bagaimana caramu untuk mencintaiku, dan bagaimana tentang masa lalumu yang mungkin untuk sebagian orang tidak bisa ditolerir karena kebandelanmu. Yang aku tahu, aku mencintaimu.  Salahkah aku untuk tetap melanjutkan perasaan ini, Salahkah aku tentang semua perasaanku yang semakin ngawur dan penilaian yang semakin absurd tentangmu, Aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri, menyesali seluruh perasaan yang terlanjur semakin dalam kepadamu, tidak berpikir panjang ketika harus menjalani hubungan ini dengan pria yag penuh kerumitan sepertimu. 

Aku tidak tahu. Aku kalut dengan semua perasaan rindu yang mendalam ini kepadamu. Aku takut jika sebenarnya aku tidak sebermakna itu dihatimu. Aku takut jika memang aku hanya dianggap halte tempatmu singgah sebentar sebelum memutuskan pergi. Hmm, sudahlah semoga kamu bahagia dengan harimu dan dia..

Rabu, 15 Oktober 2014

15 oktober 2014

Sudah 2 tahun lebih aku mengenalmu. Sudah banyak juga berbagai cerita dalam hidup kita. Dari dulu tidak pernah terbesit sedikitpun dalam benak untuk mencintaimu. Jangankan mencintaimu, dulu aku sama sekali tidak mengenalmu. Siapa kamu, apa statusmu, dimana rumah dan lain sebagainya sama sekali aku tidak tahu. Bahkan aku ini siapa, hanya seorang gadis lugu yang minim sekali sepak terjangnya dalam hal cinta dibandingkan denganmu. Tapi tidak tahu kenapa saat itu kamu memilihku dari semua wanita yang ada.

Kau datang disaat yang tepat, ketika hati ini rapuh. Ketika hati ini kosong. Ketika hati ini begitu merindukan sebuah perhatian yang tulus dari orang yang mencintainya. Aku bersyukur bisa mengenalmu, bahkan sampai mencintaimu.
Semua asa dan harapan aku bangun dari awal kembali untukmu. Tapi mengapa ditengah jalan ketika hati ini begitu dalam mencintaimu,baru aku mengetahui semua keadaanmu.

Lelah harus selalu kamu abaikan. Lelah harus selalu berusaha menyelami pikiranmu. Lelah harus selalu mengemis perhatianmu. Lelah menunggumu kapan berpulang selamanya ke hatiku. Tapi tetap cinta ini berujung padamu.
Boleh aku meminjam bahumu sebentar saja untukku menangis? Boleh aku pinjam ragamu sebentar untuk aku peluk? Boleh aku pinjam waktumu sebentar untukku bercerita?

Aku lelah sayang..

Aku lelah mencintaimu dengan segala ketidakpastianmu..


Senin, 29 September 2014

Tak Pernah Ternilai

Kau menyiksaku disini..
Dalam rasa bersalah yang kini membunuhku secara perlahan..
Kau selalu menghindar dari,aku yang selalu mencoba ungkapkan semua lewat tatap mata ini..
Ternyata maafmu tak pernah pantas untukku..
Kau anggap aku tak ada,dan kau tak pernah mengenal diriku..

Kau menghukum hati ini..
Hati yang dulu kau yakini tak akan pernah kecewakanmu..
Kau, memutuskan tuk pergi..
Belum ku sempat memohon dan mengemis agar kau tetap disini..
Ternyata sedalam itu kau benci diriku,
Kau anggap ku tak terlihat,meski ku tepat di depan matamu..

Setidaknya diriku pernah berjuang..
Meski tak pernah ternilai dimatamu..
Setidaknya ku pernah menanti,terkapar melawan sepi hatiku yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu..

Sepenggal lirik yang seakan tahu perasaanku akhir-akhir ini. Tersadar bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini tidak ada harganya sama sekali untuknya. Tidak pernah membuatnya yakin bahwa aku sangat mencintainya.
Aku memang tidak sepenuhnya benar,terkadang aku juga egois,childish, manja. Tapi itu semua karena aku peduli dengannya. Apapun yg dia lakukan aku ingin tahu. Dan aku hanya ingin menjadi 'penjaga' terbaik untuknya.

Tapi keadaan tidak pernah berpihak padaku. Aku tidak bisa berbuat lebih untuknya. Semua pemikiran negatifnya selalu tertuju untukku. Bagaimana bisa seseorang yang mencintai pujaan hatinya akan tega mematahkan hatinya? Tidak sayang. Tidak pernah terbesit dalam benak untuk menyakitimu.

My dearest God, jika memang bukan tugasku lagi untuk menjaganya, jagalah dia untukku. Berilah kasih sayangmu untuknya melebihi kasih sayangku untuknya. Berilah kerido'anMu untuk setiap langkah baik yang dia lakukan untuk hidupnya. Karena sesungguhnya hanya Engkau lah yang lebih mampu menjaga dan melindungi setiap hambaMu.. Aamiin..

Kamis, 21 Agustus 2014

Cinta yang salah

Pikiranku melayang jauh mengingat cerita cinta seorang rekan kerja. Seperti melihat diriku sendiri yang dulu dari sosok rekan kerjaku. Menunggu, berharap, dan melakukan semua hal yang sangat sia-sia dalam hidupnya. Ya, memang dia menjalin sebuah cerita cinta yang tidak wajar. Sama seperti aku dulu. Mencintai seorang pria beristri. Anehnya tidak pernah aku melihat sebuah kesedihan ataupun penyesalan darinya, padahal mungkin dia tahu apa yang dia lakukan adalah hal yang salah dan sia-sia. Berbeda denganku yang selalu merasa dikecewakan, yang tidak pernah mau dinomor duakan, merasa dibohongi, dan merasa hubunganku dengan pria itu adalah hubungan yang sia-sia. Dia memilih tinggal, sedangkan aku memilih untuk pergi.

Jatuh cinta memang sebuah perasaan yang abstrak, tidak bisa dideskripsikan dengan berbagai kosakata dari milyaran bahasa, dan tidak bisa dibatasi dengan umur ataupun status. Tapi bukankah kita masih mempunyai sebuah logika untuk berfikir. Memang aku tidak berhak untuk menghakimi hidup seseorang, antara salah ataupun benar mereka masing - masing pasti sudah bisa mengerti. Tapi aku hanya merasa kasihan dengan cerita cintanya. Sungguh, menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan percintaan bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Dia seorang gadis yang cantik, pintar, masih mempunyai masa depan yang masih cerah. Tapi mengapa dia tenggelamkan dirinya sendiri bersama seorang pria yang rumit. Apa ini yang dinamakan jodoh? Bertemu dengan cinta sejatinya setelah pria nya menjadi milik wanita lain? Tapi mengapa jika memang berjodoh harus menyakiti hati seorang wanita terlebih dahulu? Bukankah Tuhan Maha Adil dan sangat menyayangi setiap hamba-Nya? Lalu kenapa Dia membiarkan sesama hamba-Nya saling menyakiti? Padahal dia masih mempunyai pilihan hidup untuk meninggalkan pria nya untuk tidak saling menyakiti hati sesama wanita.

Seperti berkaca pada diri sendiri, sudah bisakah aku melakukan semua apa yang ada dalam logikaku untuk meninggalkan pria itu. Belum sepertinya, aku belum sampai pada titik dimana aku sudah benar - benar ikhlas melepasnya. Tapi ketika dihadapkan pada sebuah pilihan untuk tetap tinggal seperti yang dilakukan oleh rekan kerjaku, aku memilih untuk menolak. Karena jatuh cinta dengan suami orang, bahagia tapi sengsara. Jika memang berjodoh biarkan dia kembali atas kehendak-Nya dengan keadaan yang lebih baik dan tanpa menyakiti hati siapapun.

Minggu, 27 Juli 2014

Happy Eid 1435H

Allahuakbar..Allahuakbar.. Allahuakbar.. Lailahaillahhuallahuakbar..
Allahuakbar walillahilham..

Sebuah hari kemenangan untuk semua umat muslim diseluruh penjuru dunia. Subhanallah, aku adalah seorang dari milyaran umat yang masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini..
Sungguh nikmat yg sungguh luar biasa yang Engkau berikan kepadaku. Berkumpul bersama keluarga, berbagi dengan semua yang membutuhkan, dan insya allah awal dari hidup yang akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Setiap tahun Ramadhan ini datang dengan segala situasi dan rasa yang berbeda. Berbagai perasaan bercampur jadi satu. Ada kalanya dulu Ramadhan ini datang disaat suasana hati tidak mendukung serta kehilangan orang tersayang. Ada kalanya juga Ramadhan ini datang disaat aku bertemu orang baru yg bisa aku cinta. Dan kali ini, Ramadhan ini datang disaat semuanya pergi..

Terkadang aku tidak tahu apa yang menjadi kehendakMu Tuhan. Terkadang aku sangat merasa lelah dan ingin menyerah dgn keadaan yg melelahkan ini. Can You paint my pain, God?
Tapi satu hal yang aku tahu, seberat apapun itu selalu genggamlah tangan ini Tuhan agar tidak salah didalam melangkah. Kuatkan raga dan hati ini seberat apapun keadaan mencoba untuk mematahkannya.. ^^

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H.. Minal Aidzin Walfaidzin ,mohon maaf lahir batin :)

Rabu, 09 Juli 2014

Ada yang hilang..

Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Apapun yang ada didunia ini tidak ada yang abadi. Apalagi hanya seorang hamba Allah yang tidak ada apa-apanya dari semua kebesaran-Nya.
Mungkin aku terlalu banyak menghayal, terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak bergantung kepadamu, yang hanya seorang hamba Allah yang sangat aku cintai.

Aku terlalu terbuai dengan keindahan duniawi yang hanya sementara. Hingga berjalan terlalu jauh dari-Mu. Hingga semua kasih sayang yang Engkau tunjukkan melalui setiap cobaan yang terjadi,aku anggap sebuah kemarahan-Mu kepadaku.

Semuanya terlalu indah untuk dilupakan ya rabb. Ada sebuah luka menganga dalam hati ini. Ada sebuah lubang yang sedikit demi sedikit melemahkan langkah ini. Andai bisa untuk mematikan semua rasa ini, pastinya akan aku lakukan. Tapi bukankah cinta adalah sebuah anugerah dari-Mu? ya, nyatanya memang aku masih butuh cinta. Walaupun terasa sangat sakit, tapi bukankah itu semua terjadi karena Engkau menyayangiku? ya, aku tahu itu ya rabb..

Buatku, cinta memang harus memiliki. Tapi tidak untuk hubungan kita. Bukan aku takut menghadapi kenyataan, tapi aku tidak ingin mengatasnamakan cinta untuk menyakiti hati sesama wanita. Sedalam apapun cinta ini untukmu. Aku menyerah,karena aku mencintaimu. Keadaan yang sangat sulit jika aku harus tetap bertahan. Dan itu sama sekali bukan keputusan yang sangat bijak. Cukup buatku, melihatmu dari jauh bahagia bersama mereka. Istri dan anak-anak yang sangat mencintaimu.

Tenanglah sayang, aku selalu belajar untuk bisa lebih kuat darimu. Berapa kalipun kamu patahkan hati ini, aku tetap disini. Selalu ada sebuah doa untukmu. Selalu ada namamu dihati ini. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untukmu. Maafkan aku, apalah dayaku untuk dapat merubah keadaan ini. Allah hanya memberi kita waktu, ikuti saja alurnya. Nikmati setiap rintangan yang terjadi.

Pergilah bersama takdirmu, dan aku bersama takdirku. Percayalah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Biarkan semua terjadi atas skenario-Nya. Semoga bahagia selalu menyertaimu..

#PS : Titip 'iam' ya, ya allah .. :)

Kamis, 03 Juli 2014

alhamdulillah, akhirnya 24 tahun..

it's my day..
terima kasih ya allah, atas semua berkah selama ini. Kesehatan, umur yg panjang, kasih sayang serta cinta-Mu selama ini.. Terima kasih teman-teman tersayang atas surprise nya hari ini. It's awesome :)

Dua puluh empat tahun ini banyak sekali pelajaran dalam hidup. Rasa kehilangan, senang, suka, sayang, cinta, marah, benci, ikhlas, sabar rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidup. Tapi aku dilahirkan bukan untuk menyerah. Keluarga, teman-teman tersayang, serta semua orang yang mencintaiku adalah kekuatan untuk bisa selalu tegar dalam setiap keadaan.

Terima kasih Engkau telah menghadirkan mereka dalam hidupku ya allah. Terima kasih atas 'penguat' diriku yang Engkau hadirkan dalam hidup ini. Semoga selalu diberi kesehatan,kesabaran,keikhlasan untuk bisa membahagiakan mereka apapun yang aku rasakan :)

Love you all.. :-) :-*

Senin, 30 Juni 2014

Aku ingin mendidik hatiku..

Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai dan masukkanlah daku dengan limpah rahmat-Mu dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh (An-Naml: 19) 

Setiap orang pastilah tidak akan menginginkan sebuah persoalan hidup yang rumit yang dapat memporak-porandakan hatinya. Tetapi sadarilah kita ini bukan siapa-siapa. Ibaratnya kita hanya menjalani hidup ini dengan sebuah rasa percaya dan harapan lebih baik di masa depan. Hanya tahu apa yang baik yang dapat kita lakukan saat ini untuk masa depan.

Terkadang jika kita menilai diri ini sendiri, itu akan terasa sangat subyektif. Kita tidak akan pernah tahu apa yang kita butuhkan, bukan sekedar kita inginkan. Ajaklah Tuhan disetiap langkah hidup kita, karena sesungguhnya Dia lah pencipta kita yang tahu apa yang terbaik untuk kita. Percayalah,setiap cobaan yang Dia hadirkan dalam hidup hanyalah sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

Begitupun dengan aku. Terlahir sebagai seorang wanita, sungguh tidaklah mudah. Sekalipun itu tidak mudah selalu tegapkanlah langkahmu, ragamu, hatimu karena dirumahmu suami yg telah letih bekerja dan anak-anak yang lelah sehabis bermain akan berpulang. Lalu jika kamu tidak bisa menjadi lebih kuat dari mereka, siapa yg akan menjaga keluargamu? Siapa yg akan menyiapkan secangkir teh hangat untuk suamimu untuk sekedar melepas lelahnya? Siapa yang akan memandikan anakmu ketika dia pulang dengan badan yang kotor sehabis bermain?

Hanya ibu, ya. Dan ibu adalah seorang wanita. Subhanallah, aku bersyukur dilahirkan menjadi seorang wanita..

Percayalah hati, lebih dari ini bisa kita lewati. Nikmatilah lara..
-Djenar Maesa Ayu-

Minggu, 29 Juni 2014

Tentangku, tentangmu dan mereka

Sebuah persoalan hidup yang seharusnya bisa dijadikan mudah dan menyenangkan, tapi semakin berjalan semakin lambat dan menyakitkan hati..

ya, penuh kiasan sekali hidupku. Kiasan yang seakan-akan mengolok-olok dan menertawakan diri sendiri. Mungkin memang sudah terlalu jauh berjalan diluar batas dan kearifan diri.

Kamu, mereka yang dulu bersama-sama mendaki, saling menolong dan memapah untuk menemukan sebuah pemandangan kebahagiaan dalam hidup. Kini perlahan - lahan mulai meninggalkanku, mencari sendiri pemandangan kebahagiaan kalian.

Sedangkan aku, apa yang masih aku kerjakan disini? Aku masih diam ditempat dimana kalian sudah jauh berlari didepanku. Maju mundur untuk sebuah harapan masa depan yang sama sekali belum bisa aku bayangkan. Belum bisa untuk mengesampingkan segala ego dan ambisi dan menerima badan tegap kamu dan mereka untuk menemukan sebuah kebahagiaan.
Ahh, betapa naif nya aku..

Memang benar tentang sebuah kaliamat bijak yang mengatakan bahwa "kebahagianmu bukan berasal dari mereka, tetapi itu semua akan datang dari dirimu sendiri"

Dan seketika isi otak berbicara dan berkata dengan sangat lantang..
"Dan rasakan sendiri akibatnya ..hhaha"

Sabtu, 28 Juni 2014

Bukan Perkara Salah atau Benar



Bukan perkara benar atau salah. Ketika aku salah bukan berarti membuatmu benar. Karena hidup bukan sekedar mengenai salah atau benar. Kita hanya berbeda.

Jumat, 27 Juni 2014

Marhaban ya Ramadhan ..

ya Allah sebentar lagi bulan yang penuh berkah serta ampunan akan tiba. Bulan dimana nafas menjadi tasbih, tidur menjadi sebuah ibadah, doa dapat diijabah, dan pahala akan dilipat gandakan. Sungguh luar biasa nikmat yang Engkau berikan untuk hidupku selama ini ya Allah..

Beribu-ribu cobaan yang Engkau hadirkan dalam jalan hidupku, tidaklah salah jika itu memang adalah bentuk kasih sayangMu kepadaku. Engkau tidak ingin hati ini terluka, Engkau tidak ingin diri ini salah di dalam melangkah. Sampai Engkau pertemukan kembali aku dengan Bulan Ramadhan ini ya Allah.. Subhanallah, sungguh begitu mulia nya diriMu. Sehina apapun diri ini, sekotor apapun diri ini, kasih sayangMu untuk hambaMu tidak pernah hilang.

Terima kasih untuk kesempatan ini ya Allah. Maafkan segala kekurangan serta kesalahanku selama ini. Jadikan semua kejadian yang telah terjadi sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga untukku. Jagalah diri ini, perasaan ini terhadap segala sesuatu yg buruk untukku ya Allah. Jagalah dia yang selalu aku sebuat disetiap doaku. Bahagiakan dia, serta ikhlaskanlah hatiku untuk bisa belajar apa arti dari sebuah kedewasaan.

Aku bukan menyerah, hanya saja aku menyadari bahwa tidak semua bisa kumiliki.

Marhaban ya Ramadhan.. Semoga Bulan ini bisa menjadi Bulan yang penuh berkah untuk semua .. Aamin,

Beda Tipis, Antara Cinta Dan Benci

Kamu, seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidupku. Menjadi bagian dari hari-hariku. Setiap malam, sebelum kupejamkan kedua mataku, kuhabiskan waktuku untuk membaca kembali pesan-pesan singkat darimu. Tawamu, hangat pelukmu, kecupan manismu berbentuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku merindukanmu. Kebahagianku mulai hadir ketika dulu pertama kali engkau menyapaku dan seiring berjalannya waktu perasaan cinta itu tumbuh diantara kita. Semua terasa begitu bahagia.. Dulu...

Sudah terlalu banyak harapan serta mimpi yang aku gantungkan di pundakmu. Betapa bahagianya aku ketika semua mimpi ini dapat terwujud bersamamu. Kau tahu sudah sebesar apa usaha yang aku lakukan untukmu, untuk cinta kita. Dari awal aku mengenalmu sampai aku menjadi kekasihmu, aku hanya ingin melihatmu bahagia bagaimana pun caranya. Segala pengabaianmu dulu tidak pernah membuatku untuk menyerah mencintaimu. Dulu aku hanya berharap untuk bisa selalu menjadi satu-satunya alasan yang membuatmu bisa tersenyum. Senyum yang penuh dengan keteduhan yang selalu aku rindukan disetiap hariku.

Semua telah berakhir. Ternyata kenyataan tidak seindah mimpiku. Saat itu aku sangat marah, menganggap Tuhan sangat jahat kepadaku karena telah mengambilmu dari sisiku. Air mata akan terasa sangat percuma, marah pun juga akan terasa sangat percuma, karena saat ini yang sangat dibutuhkan hanyalah sebuah kedewasaan. Kedewasaan untuk sebuah keikhlasan menerima segala takdir Tuhan yang sudah ditetapkan. Kedewasaan untuk sebuah keikhlasan menerima kepergianmu karena disana, dirumahmu, ada anak-anak serta istri yang lebih membutuhkanmu.

Seluruh kosakata dari beribu bahasa tidak akan cukup untuk mendeskripsikan perasaanku, karena perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dijelaskan dengan deskripsi dan arti. Tak mudah untuk menyakinkan diriku sendiri untuk melupakanmu dan mencari penggantimu. Tapi bukankah hidup harus terus berjalan, sayang?. Pastinya kau juga tidak ingin melihatku menyiksa diri sendiri dengan selalu mengenangmu. Begitupun juga aku. Dari dulu sejak kita bertemu aku hanya ingin kau bahagia. Pergilah, jalan kita masih panjang. Aku dan kamu masih berada dalam langit yang sama, lalu untuk apa aku takut kehilanganmu. Lagipula kau masih mempunyai keluarga yang sangat mencintaimu. Kuserahkan perasaan ini kepada Tuhan. Kutitipkan ragamu kepada Tuhan. Tuhan pasti akan menjagamu jauh lebih baik dariku.

Aku hanya perlu waktu untuk menghapus perasaan cinta dan benci ini, jika memang kehadiranmu disisiku bukanlah takdir hidupku.

Kamis, 26 Juni 2014

July..two years ago

Tepatnya pada tanggal 21 Juli 2012, alhamdulillah Allah SWT masih memberikan rasa cinta di hatiku untukmu.. Orang baru dalam hidupku.. Dengan kehadiranmu dapat membuatku membiasakan diri untuk tetap berjalan tanpa melihat masa lalu ku. Melupakan segala harapan dan keinginan tentang masa lalu ku. Membuatku dapat merubah diri yang sudah sedari lama terjebak dalam kenangan - kenangan masa lalu. Jatuh cinta? ya itu yang aku rasa saat ini untukmu. Dengan segala keterbatasan ku kepadamu, aku hanya berharap kau adalah cinta terakhir untukku.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan aku jalani bersamamu. Perbedaan sifat dan karakter diantara kita tidak pernah sedikitpun membuatku menyerah untuk tetap mencintaimu. Sekalipun dimensi jarak kita yang berbeda. Apa yang menyenangkan dalam jarak sejauh ini? Aku tidak bisa menatapmu dan jemari ku tidak bisa menyentuh lekukan wajahmu. Apa yang kita harapkan dari jarak ratusan kilometer yang memisahkan kita? Ketika rasa rindu ini begitu besar aku rasakan, dan aku tahu kau tidak ada di samping ku. Tetapi sejauh itu kita masih mempertahankan, entah mempertahankan apa. Dalam perbedaan serta dalam dimensi jarak yang berbeda, kita saling menguatkan. Aku hanya bisa memandang fotomu dan merapal namamu disetiap doa ku. Serta mendengar suaramu dari ujung telepon. Semua nya aku lakukan seakan baik - baik saja.

Kepercayaan ku untukmu sangatlah besar. Begitu pun harapan ku padamu. Berharap kau baik - baik saja. Berharap segala ucapan yang keluar dari mulutmu adalah sebuah kebenaran. Berharap semua janji serta harapan manis darimu dapat kau tepati. Berharap cinta itu tidak pernah terbagi dan hanya untukku. Tetapi memang benar, Tuhan itu adil. Dan sedikit demi sedikit kebenaran itu terbuka.

Setelah sekian lama aku bersamamu, ternyata aku hanyalah kekasih yang selalu engkau sembunyikan dari keluarga yang selalu menunggumu dirumah. Kepercayaan yang selama ini aku berikan kepadamu hancur berkeping-keping. Hati yang selama ini menunggumu tidak bisa utuh lagi. Penantian serta harapan indah bersamamu lenyap entah kemana. Setiap kata yang terucap darimu, tidak lagi dapat menarik seluruh simpatiku untuk mempercayaimu lagi. Terima kasih atas persembunyian yang menyenangkan, terima kasih atas semua peluk hangat yang kau berikan untukku meskipun saat itu belahan jiwamu selalu setia menunggumu pulang ke rumah, meskipun belahan jiwamu selalu mengirimi pesan singkat berkali - kali yang sama sekali tidak pernah kau gubris. Hhh, rasanya ingin lari ketika mengingat semua kenangan manis bersamamu.
Seorang pria macam apa yang aku cintai sampai sesakit ini ?